Pidio-Pidio

Loading...

Saturday, June 29, 2013

Belajar dari Nasi Bungkus

Nasi bungkus, akhir-akhir ini semakin digemari bersamaan dengan munculnya fenomena Fans Pengairan Indonesia. Entah ini timeline-nya kacau atau tidak, saya tidak peduli, yang penting fenomenal. Nasi bungkus sendiri kalau menurut wiki (ada lo, ajegile yang nulis waktu luangnya banyak banget), adalah nasi putih beserta lauk untuk satu orang yang dibungkus daun pisang beralas kertas, agar bisa dibawa dan dimakan di tempat lain. Hanya saja, seiring dengan perkembangan jaman dan asas irit duit, nasi bungkus sekarang tidak hanya dibungkus pakai daun pisang beralas kertas. Sudah ada kertas minyak, bahkan ada yang gila-gilaan membungkus nasi menggunakan plastik.

Saya sendiri penasaran kenapa nasi bungkus ini begitu erat kaitannya dengan sosok yang saat ini lebih dikenal sebagai:
sprinkler

Walaupun saya pribadi lebih menghormati sprinkler, tapi lebih baik kita ngobrol tentang nasi bungkus saja. Kalau kita perhatikan, dalam nasi bungkus itu ada:
- Nasi putih/ gurih/ kuning
- Tahu/ tempe goreng/ tahu-tempe bumbu kecap/ bumbu bali (sampai sini sudah ngiler aja)
- Telur dadar/ ceplok/ rebus cuma separuh/ pelengkap bumbu bali di atas
- Daging berupa ayam (kalau murah)/ empal (kalau agak mahal)/ ikan (biasanya lele, tapi jarang)
- Mie goreng
- ... itu aja deh, saya nulis ini sambil laper soalnya.










Dimulai dari nasi, adalah bentuk pokok dari makanan utama di Indonesia dan beberapa negara di Asia. Tampilan murninya putih, dan seperti yang umum diketahui, warna putih melambangkan kesucian. Kita bisa lihat, kemurnian hati dari sang penjual nasi bungkus disini. Dengan nasi putih, berarti orangnya polos. Dengan nasi gurih, berarti pribadinya gemuk jos. Dengan nasi kuning, berarti dia jarang gosok gigi.












Kemudian lauk tahu dan tempe dengan gaya masakannya masing-masing. Status lauk sendiri adalah sebagai pelengkap, aksesoris yang bergizi, penghias yang bisa dinikmati. Dengan adanya tahu/ tempe goreng, maka sang pembuat nasi bungkus adalah orang yang simpel dan apa adanya. Apabila kita disuguhi tahu-tempe bumbu kecap, maka kita dihadapkan dengan orang yang manis di luar namun gurih/ hambar di dalam. Sementara dengan tahu-tempe bumbu bali, hendaknya kita berhati-hati karena dia adalah orang yang gampang terbakar.









Telur, terdiri dari dua bagian. Satu putih telur, satunya lagi kuning telur. Menandakan dualisme(?) seorang penjual nasi bungkus. Kita bisa tenang kalau diberikan telur dadar, karena kedua elemen tersebut melebur yang berarti, "saya ikhlas mas". Yang patut diwaspadai adalah saat kita mendapatkan telur ceplok, karena itu berarti sang penjual nasi bungkus berkata, "I'm watching you". Sementara yang paling menaikkan bendera kematian adalah telur rebus bumbu bali, karena itu berarti, "kalau sampeyan ga balik lagi beli nasi bungkus saya, telur sampeyan saya potong separuh nanti malam".












Daging, dibagi menjadi tiga: ayam, empal dan ikan goreng. Yang paling umum kita temui adalah nasi bungkus dengan daging ayam di dalamnya. Penjual nasi bungkus yang seperti ini, biasanya memiliki harga diri yang paling murah; karena ayam. Sementara untuk protein berupa empal, bisa dibilang penjual ini orangnya pelit; karena biasanya potongan empalnya kecil. Lalu untuk ikan lele, nothing special; hanya simbolisasi bagaimana sang penjual berusaha bertahan hidup di tengah kerasnya jaman dengan kerelaan memakan apa saja.

 








Mie goreng, perhatikan saja jenis mie-nya. Mie silinder biasa, mie keriting, atau mie yang tebal.
Mie silinder biasa, berarti si penjual maunya yang lurus-lurus aja; jual-beli jujur yang penting bisa makan dan syukur-syukur dapat profit juga. Mie keriting adalah jenis suguhan yang patut diwaspadai, penjualnya plin-plan. Ini berarti jangan pernah berharap mendapatkan harga nasi bungkus yang stabil tiap satu bulan berganti, belum lagi faktor mood yang membuat kita sering kehilangannya karena sedang tidak mood masak nasi. Sementara untuk mie tebal, hati-hati, dia cukong yang pasang profit sampai 200%.

Lalu apa hubungan tulisan ini dengan oom sprinkler?
Tidak ada, itu hanya sebatas prolog dan ini artikel gaje.
Terima kasih sudah membaca sampai selesai.




Menjadi seperti nasi bungkus, adalah pribadi beragam varian yang dikemas dalam balutan sederhana dengan rasa yang padu padan.
-me-



 Artinya? pikir saja sendiri, saya sendiri juga ga ngerti.



==--==--==--==

0 comments: